Loading...
Nur Syarhijjah Bone: Media Pembelajaran Kreatif Kunci Menumbuhkan Kepedulian Siswa Terhadap DAS Dan Danau
2026-06-06
Nur Syarhijjah Bone: Media Pembelajaran Kreatif Kunci Menumbuhkan Kepedulian Siswa terhadap DAS dan Danau

Limboto – Pengembangan media pembelajaran yang kreatif dan kontekstual menjadi salah satu kunci penting dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada peserta didik sejak usia dini. Hal tersebut disampaikan oleh Nur Syarhijjah Bone, S.Psi., dari Forum DAS Provinsi Gorontalo, saat menjadi narasumber pada sesi Pengembangan Media dan Sumber Belajar Inspiratif untuk Pembelajaran Muatan Lokal DAS dan Danau Limboto dalam kegiatan Lokakarya Pembelajaran Muatan Lokal Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Danau, oleh Komunitas Sekolah Cinta DAS dan Danau Limboto di  Aula LIRA BP DAS Bone Limboto 3 Juni 2026.

Dalam paparannya, Nur Syarhijjah menjelaskan bahwa pembelajaran tentang DAS dan Danau tidak cukup hanya disampaikan melalui buku teks dan metode ceramah di dalam kelas. Menurutnya, guru perlu menghadirkan berbagai media pembelajaran yang mampu menghubungkan materi dengan kondisi lingkungan nyata yang ada di sekitar peserta didik. Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu membangun rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Ia mencontohkan berbagai sumber belajar yang dapat dimanfaatkan guru, mulai dari foto dan video kondisi sungai setempat, peta DAS, permainan edukatif, poster lingkungan, cerita rakyat, hingga kegiatan observasi lapangan ke sungai, mata air, atau Danau Limboto. Berbagai media tersebut dinilai efektif untuk membantu siswa memahami hubungan antara aktivitas manusia dan kondisi lingkungan yang mereka temui sehari-hari.

Kegiatan lokakarya ini diikuti oleh Kepala Sekolah dan Guru Mata pelajaran Mulok sekolah se Kecamatan Limboto.  Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai materi lingkungan hidup, tetapi juga keterampilan dalam merancang media pembelajaran yang menarik, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Menurut Nur Syarhijjah, tujuan utama pengembangan media pembelajaran bukan sekadar meningkatkan pemahaman akademik siswa, melainkan membentuk perilaku peduli lingkungan yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi yang memahami pentingnya menjaga sungai, danau, dan seluruh ekosistem DAS sebagai penopang kehidupan masyarakat saat ini maupun di masa depan.

Komentar
Chat WhatsApp Museum