Merajut Gagasan Dalam Keakraban, Menguatkan Kolaborasi Untuk Masa Depan
Merajut Gagasan dalam Keakraban, Menguatkan Kolaborasi untuk Masa Depan
Gorontalo — Pertemuan antara BPDAS Bone-Limboto dan Forum DAS Provinsi Gorontalo pada Minggu (28/6) menjadi momentum penting dalam menyelesaikan miskomunikasi yang sempat muncul terkait tidak dilibatkannya Forum DAS Gorontalo secara institusional dalam agenda kunjungan Wakil Menteri Kehutanan pada rangkaian Pekan Nasional (PENAS) XVII di Gorontalo. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BPDAS Limboto-Bone bersama jajaran bidang kelembagaan dan perencanaan, serta Ketua Forum DAS Gorontalo Dr. Wawan Tolinggi bersama sejumlah pengurus dan pembina Forum DAS Gorontalo. Kedua pihak sepakat bahwa persoalan yang berkembang lebih disebabkan oleh kurang optimalnya komunikasi kelembagaan di tengah padatnya persiapan agenda kunjungan Wakil Menteri Kehutanan. Karena itu, penguatan koordinasi dan komunikasi dipandang menjadi kebutuhan penting agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi pada agenda-agenda strategis di masa mendatang.
Kepala BPDAS Bone Limboto Ir. Bontor Lumbantobing, S.Hut.,MSC.IPU menyampaikan permohonan maaf atas belum terakomodasinya Forum DAS Gorontalo dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa perhatian dan konsentrasi lembaganya saat itu terfokus pada penyiapan seluruh agenda kunjungan Wakil Menteri Kehutanan selama berada di Gorontalo. Sebaliknya, Ketua Forum DAS Gorontalo Dr. Wawan Tolinggi menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan itikad baik BPDAS dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, komunikasi yang cepat dan terbuka merupakan kunci dalam menjaga kemitraan antarlembaga, terutama dalam isu strategis pengelolaan daerah aliran sungai dan lingkungan hidup. Pembina Forum DAS Gorontalo, Dr. Salahudin Pakaya, yang Juga Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo menilai bahwa setiap dinamika kelembagaan selalu menyimpan pelajaran berharga. Ia memandang pertemuan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat hubungan kemitraan yang selama ini telah terbangun antara BPDAS Bone Limboto dan Forum DAS Gorontalo beserta mitra lainnya
Lebih dari sekadar ruang klarifikasi, pertemuan tersebut menghasilkan komitmen baru berupa pengembangan program kolaboratif Agroforestry Pangan di Desa Tapaluluo, Kecamatan Telaga Biru. Program ini dirancang sebagai implementasi kebijakan pengelolaan daerah aliran sungai yang mengintegrasikan rehabilitasi lahan, penguatan ketahanan pangan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan DAS yang tidak hanya berorientasi pada aspek konservasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di tingkat tapak. Pertemuan ini menegaskan bahwa dialog, keterbukaan, dan saling pengertian merupakan fondasi utama dalam membangun kemitraan yang berkelanjutan. Dari sebuah miskomunikasi, lahir komitmen baru untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian daerah aliran sungai dan mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan di Provinsi Gorontalo. Pada akhirnya, yang terbangun bukan sekadar penyelesaian atas sebuah kesalahpahaman, melainkan penguatan kepercayaan dan kolaborasi untuk masa depan pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik. Semoga