Loading...
Kolaborasi Pendidikan Dan Lingkungan: 32 SD Menjadi Pelopor Pembelajaran DAS Dan Danau Di Gorontalo
2026-07-06
Kolaborasi Pendidikan dan Lingkungan: 32 SD Menjadi Pelopor Pembelajaran DAS dan Danau di Gorontalo

Limboto – Memasuki tahun kedua pelaksanaan pembelajaran Mulok di Gorontalo,  sebanyak 32 Sekolah Dasar (SD) di wilayah DAS Limboto akan melaksanakan Pembelajaran Muatan Lokal (Mulok) DAS dan Danau pada Tahun Pelajaran 2026–2027 (Juli ).   Hal ini ditandai dengan penyerahan nota kesepahaman (MoU) dan buku pegangan siswa kepada kepala sekolah dan Guru kelas. 

Program yang didampingi oleh Forum DAS  Gorontalo ini dilaksanakan melalui koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo sebagai bagian dari strategi membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari penguatan komitmen kepala sekolah serta lokakarya penyusunan modul ajar bagi guru yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Ketua Forum DAS Kabupaten Gorontalo  Razak H Umar menjelaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif untuk menanamkan nilai-nilai konservasi lingkungan secara berkelanjutan. Melalui mata pelajaran Mulok DAS dan Danau, siswa diperkenalkan pada fungsi sungai, pentingnya kawasan hulu, ancaman pencemaran, serta peran masyarakat dalam menjaga kelestarian Danau Limboto.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Dr. Abdul Waris , S.Pd, M.Pd, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, pendidikan lingkungan harus menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap sumber daya alam dan lingkungan sekitarnya. “Penyelamatan DAS dan Danau Limboto tidak cukup hanya melalui program fisik. Pendidikan memiliki peran strategis untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab lingkungan sejak dini,” ujarnya.

Pelaksanaan Mulok DAS dan Danau di 32 sekolah ini menjadi langkah nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan gerakan lingkungan hidup di Gorontalo. Melalui pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, diharapkan lahir generasi baru yang memahami pentingnya menjaga sungai, danau, dan ekosistem DAS sebagai sumber kehidupan masyarakat. Program ini sekaligus menjadi model pendidikan lingkungan berbasis wilayah yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain dalam mendukung upaya pelestarian DAS dan Danau Limboto secara berkelanjutan. InsyaAllah target kita hingga tahun akhir 2028  seluruh sekolah SD se kabupaten Gorontalo telah menerapkan pada Pembelajaran disekolah masing-masing. Tandasnya.

Komentar
  • User
    Hasni Humolungo
    2026-07-06 21:18:095

    Limboto yang menjadi barometer keterlaksanaan program ini kedepannya agar lebih intens dalam pendampingan untuk menghasilkan kwalitas dari pembelajaran di msg2 sekolah

Chat WhatsApp Museum