Sambut Tahun Ajaran Baru 2026–2027, Disdikbud Kabupaten Gorontalo Dan FDAS Matangkan Pembelajaran Mulok DAS Dan Danau
Sambut Tahun Ajaran Baru 2026–2027, Disdikbud Kabupaten Gorontalo dan FDAS Matangkan Pembelajaran Mulok DAS dan Danau
Limboto – Menjelang dimulainya Tahun Pelajaran 2026–2027, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Gorontalo bersama Forum Daerah Aliran Sungai (FDAS) Kabupaten Gorontalo terus mematangkan pelaksanaan pembelajaran Muatan Lokal (Mulok) Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Danau Limboto di sekolah-sekolah dasar wilayah Kecamatan Limboto.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pelaksanaan kegiatan Penyelarasan Perangkat Pembelajaran, yang mencakup penyempurnaan Modul Ajar /Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bagi guru-guru yang akan mengimplementasikan mata pelajaran tersebut pada tahun ajaran baru. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap pada tiga segmen wilayah DAS Limboto, yaitu kawasan hulu, tengah, dan hilir, dengan pusat kegiatan di SDN 24 Limboto 17 Juli , SDIT Lukmanul Hakim Limboto -07 Juli, dan SDN 16 Limboto - 10 Juli .
Ketua FDAS Kabupaten Gorontalo, Dr. Razak H. Umar, M.Pd, menjelaskan bahwa penyelarasan perangkat pembelajaran merupakan tahapan penting untuk memastikan materi Mulok DAS dan Danau dapat disampaikan secara efektif, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik lingkungan tempat siswa tinggal. “Pembelajaran ini dirancang agar peserta didik tidak hanya memahami konsep DAS dan Danau Limboto, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan sejak usia dini,” ujarnya.
Kepala SDN 24 Limboto, Daryatno Liputo, S.Pd, saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada Forum DAS dan Dinas Pendidikan yang terus mendorong pendidikan lingkungan hidup di sekolah. “Kami berterima kasih atas inisiatif ini. Menjaga DAS dan Danau Limboto merupakan tanggung jawab bersama karena menjadi penopang kehidupan masyarakat Gorontalo,” katanya.
Senada dengan itu, Kepala SDN 16 Limboto, Masni Akutu, S.Pd, berharap pembelajaran Mulok DAS dan Danau dapat menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada peserta didik sejak dini. Sementara Kepala SDIT Lukmanul Hakim Limboto, Ridwan Umar, S.Pd, menilai program tersebut sebagai bentuk nyata integrasi pendidikan dan pelestarian lingkungan.
Melalui kolaborasi antara Disdikbud Kabupaten Gorontalo, Forum DAS, dan sekolah-sekolah sasaran, pembelajaran Mulok DAS dan Danau diharapkan menjadi instrumen penting dalam membangun generasi yang memahami, mencintai, dan mampu menjaga keberlanjutan DAS serta Danau Limboto di masa depan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menanamkan budaya konservasi lingkungan melalui jalur pendidikan formal, sehingga pelestarian DAS dan Danau tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tumbuh sebagai kesadaran kolektif masyarakat sejak bangku sekolah dasar.